VEGETASI ^_^
Pengertian vegetasi adalah semua spesies tumbuhan yang terdapat dalam
suatu wilayah yang luas, yang memperlihatkan pola distribusi menurut
ruang dan waktu. Tumbuhan penutup permukaan bumi merupakan vegetasi yang
dapat berbeda dalam ruang dan waktu untuk komponen spesies penyusunnya,
berdasarkan ukuran keluasan maka vegetasi dapat dibedakan dalam formasi
adalah suatu tipe vegetasi yang sangat luas yang menutupi permukaan
bumi, sebagai contoh adalah formasi Taiga, dimana keberadan formasi
Taiga terletak pada pada beberapa benua, komposisi formasi taiga pada
beberapa benua merupakan suatu komposisi tumbuhan yang identrik sehingga
tetap dengan nama formasi Taiga. Ukuran keluasan formasi Taiga seperti
tergambar dalam peta vegetasi dibawah ini:
Gambar 3; Sebaran dan luasan formasi Taiga yng ditunjukan dengan warna hijau tua
Formasi Taiga pada beberapa tempat di belahan bumi mempunyai penyusun vegetasi yang mempunyai kesamaan dalam hal, komposisi floristik, fisiognomi dan muncul pada habitat yang relatif konsisten yang disebut sebagai asosiasi. Penyusun formasi Taiga merupakan bermacam macam Asosiasi yang juga dapat dikatakan sebagai komunitas, dibawah ini adalah dua contoh asosiasi yang terdapat dalam formasi Taiga:
Gambar 4. Asosiasi dalam foramsi Taiga (gambar diambil dari situs internet)
Gambar diatas adalah salah satu dari asosiasi yang terdapat dalam formasi Taiga, sedangkan gambar yang terdapat di bawah ini juga masih termasuk dalam salah satu asosiasi Taiga pula, tetapi tipe dibawah mempunyai tipe phisiognomi yang berbeda dari yang pertama.
Gambar 5: Asosiasi dalam foramsi Taiga (gambar diambil dari situs internet)
Jadi.dalam suatu tipe formasi terdiri dari banyak Asosiasi penyusun yang salah satu dan lainnya dapat sangat berbeda dalam fisiognominya. Berdasarkan ciri dan batasan asosiasi maka asosiasiasi dapat juga dikatakan sebagai komunitas, namun tidak semua komunitas dapat dinyatakan sebagai suatu asosiasi.
Tipe vegetasi yang terdiri dari beberapa bagian vegetasi dicirikan oleh bentuk pertumbuhan (growth form) atau life form dari tumbuhan dominan, terbesar atau paling melimpah atau tumbuhan yang karakteristik. Contoh bentuk pertumbuhan adalah herba tahunan, pohon yang selalu hijau, berdaun lebar, semak meranggas pada musim kering, tumbuhan berdaun jarum ataupun tumbuhan yang bertahan dengan umbi ataupun rhizoma.
Bentuk pertumbuhan dari vegetasi dapat termasuk dari satu atau lebih dari hal berikut:
Tipe life form dapat dilihat dengan banyak cara, satu diantaranya adalah dengan tipe life form dari Raunkier yag berdasarkan kuncup perenating dikelompokan sebagai berikut
a) Phanerophyte (P): kuncup perenating pada ketinggian paling tidak 25 cm diatas permukaan tanah. Ini berupa pohon, semak tinggi, liana, tumbuhan merambat berkayu, epifit dan batang sukulen yang tinggi.
b) Chamaeophyte (Ch): kuncup perenaying berkedudukan dekat dengan permukaan tanah (dibawah 25 cm). Herba, suffrutescent (suffruticose, perdu rendah, kecil, bagian pangkal berkayu dengan tunas berbatang basah), atau tumbuhan berkayu rendah, tumbuhan succulent rendah, tumbuhan cushion (bantalan).
c) Hemycriptophite (H): herba perenial dimana bagian aerial mati pada akhir pertumbuhan, meninggalkan kuncup pada atau tepatv dibawah permukaan tanah. Herba berdaun lebar musiman dan rumput-rumputan, tumbuahn roset.
d) Cryptophite (Cr): kuncup perenating terletak dibawah lapisan tanah atau terbenam dalam permukaan air. Tumbuhan darat dengan rimpang dalam, umbi atau tuber, tumbuahn perairan emergent, mengapung atau tenggelam dan berakar pada dasar.
e) Therophyte (Th): tumbuhan annual melampaui kala buruk dengan biji.
Komposisi tumbuhan penyusun asosiasi dapat digambarkan dalam suatu spektra life form. Spektra tipe life form adalah suatu penggambaran yang menunjukan kelompok prosentase tumbuhan penyusun suatu asosiasi seperti terlihat pada gambar dibawah ini
Gambar 6: Histogram Hasil Pengamatan Penyusun Tipe Life Form dari Suatu Tegakan
Spektra dapat dibuat dari data berbagai tipe komposisi. Kebanyakan kajian berkepentingan dengan spektra life form berdasarkan pada sekedar daftar spesies tegakan (stand) yang berbeda atau area geografi berbeda. Interpretasi spektra tipe life form dapat dibaca berdasarkan spekrtrum normal yang dibuat Raunkier. Spektrum normal untuk flora dunia berdasarkan pada 1000 spesies yang dipilih secara acak dipakai sebagai pembanding. Porsentase spesies dalam berbagai klas life form untuk spektrum normal sbb:
Tabel 1. Porsentase spesies dalam berbagai klas life form untuk spektru berdasar Raunkier.
Data dan histogram tersebut diatas dapat dibuat melalui parameter ekologi:
2). Cover
Cover atau penutupan kanopi tumbuhan dalam suatu area tertentu dapat dihitung berdasrkan prosentase. Penutupan penuh suatu vegetasi merupakan prosentase 100%. Bilangan penutupan dapat melebihi 100 %, disebabkan tumbuhan penyusun suatu vegetasi terdiri dari beberapa lapisan kanopi yang saling tumpang tindih, kuang dari 100% menunjukan adanya tanah gundul pada suau area yang diamati..
Penggunaan alat ”moosehorn”sebagai penghitung cover suatu kanopi pohon sangat membantu keakuratan perhitungan luasnya cover yang ditutup kanopi. Kanopi pohon dapat juga dihitung dengan potongan melintang batang pada setinggi dada atau disebut sebagai diameter basal area (B). Perhitungan basal area dapat menggunakan pita pengukur yang dapat menunjukan lingkar batang yang dapat dikonversi dalam diameter batang.
Cara pengukuran Cover dapat dihitung dengan mengukur diameter 1 (DI) dan diameter 2 (D2) dari luas kanopi dibagi dua ( DI + D2), bagian yang lubang
2
dihitung masif seperti terlihat pada cara pengukuran dibawah ini:
Gambar 7: Cara pengukukuran Cover secara teknis dalam pengamatan langsung
Perhitungan Cover pada semak belukar, dikelompokan dihitung total Cover tumbuhan sejenis dalam suatu lokasi pengamatan yang disebut sebagai dominansi. Alat bantu pengamatan Cover pada semak belukar menggunakan Pantograf.
Pengamatan atas dasar kanopi Cover penutupan adalah perhitungan yang sangat subyektif karena itu jika data kuantitatif tersedia, seperti densitas, frekuensi, dominansi atau nilai penting, maka analisis lebih baik dibobot dengan nilai masing-masing.
Perhitungan secara akurat untuk kelimpahan kadang kala sulit untuk dilakukan, karena itu kelimpahan tiap-tiap life form dipakai skala rating Braun-Blanquet, Domin Krajina ataupun Daubenmire.yang kemudian dikonversikan menjadi rerata penutupan seperti dalam tabel berikut:
Tabel 2. Rentang Cover menggunakan Braun Blanquet, Domin Krajina dan Daubenmire (diambil dari Barbaur, 1992)
3). Leaf area indeks
Penutupan tanah oleh tajuk tumbuhan dinyatakan yang dinyatakan dalam koverage adalah suatu kanopi. Area tanah yang ditutup oleh luas sejumlah daun dalam satuan tertentu dapat dinyakan sebagai Indeks Luas Daun (Leaf Area Indeks) atau disebut sebagai LAI. Formula perhitungan indeks LAI adalah sebagai berikut:
LAI = Total luas area daun, hanya satu permukaan
Unit area tanah
Pertanyannya selanjutnya adalah bagaimana mempelajari suatu vegetasi yang terdapat dalam suatu komunitas yang terdapat dalam suatu formasi. Bagaimana pula mempelajari suatu vegetasi yang terdapat dalam suatu tipe formasi yang tidak hanya mempunyai satu kanopi seperti yang terlihat pada asosiasi dibawah ini.
Gambar 4. Asosiasi pada hutan hujan basah (gambar diambl dari situs internet)
Gambar 4 diatas menunjukan minimal tiga kanopi penyusun dalam suatu asosiasi. Demikian juga untuk asosiasi yang lainnya diatas. Dengan banyaknya pembatas yang terdapat dalam vegetasi dan asosiasi, maka perlu pemisahan dan pembatasan dalam tujuan untuk mempelajari vegetasi tersebut.
Gambar 3; Sebaran dan luasan formasi Taiga yng ditunjukan dengan warna hijau tua
Formasi Taiga pada beberapa tempat di belahan bumi mempunyai penyusun vegetasi yang mempunyai kesamaan dalam hal, komposisi floristik, fisiognomi dan muncul pada habitat yang relatif konsisten yang disebut sebagai asosiasi. Penyusun formasi Taiga merupakan bermacam macam Asosiasi yang juga dapat dikatakan sebagai komunitas, dibawah ini adalah dua contoh asosiasi yang terdapat dalam formasi Taiga:
Gambar 4. Asosiasi dalam foramsi Taiga (gambar diambil dari situs internet)
Gambar diatas adalah salah satu dari asosiasi yang terdapat dalam formasi Taiga, sedangkan gambar yang terdapat di bawah ini juga masih termasuk dalam salah satu asosiasi Taiga pula, tetapi tipe dibawah mempunyai tipe phisiognomi yang berbeda dari yang pertama.
|
|
Jadi.dalam suatu tipe formasi terdiri dari banyak Asosiasi penyusun yang salah satu dan lainnya dapat sangat berbeda dalam fisiognominya. Berdasarkan ciri dan batasan asosiasi maka asosiasiasi dapat juga dikatakan sebagai komunitas, namun tidak semua komunitas dapat dinyatakan sebagai suatu asosiasi.
Tipe vegetasi yang terdiri dari beberapa bagian vegetasi dicirikan oleh bentuk pertumbuhan (growth form) atau life form dari tumbuhan dominan, terbesar atau paling melimpah atau tumbuhan yang karakteristik. Contoh bentuk pertumbuhan adalah herba tahunan, pohon yang selalu hijau, berdaun lebar, semak meranggas pada musim kering, tumbuhan berdaun jarum ataupun tumbuhan yang bertahan dengan umbi ataupun rhizoma.
Bentuk pertumbuhan dari vegetasi dapat termasuk dari satu atau lebih dari hal berikut:
- Ukuran: lama hidup, kerasnya kayu, atau takson, contoh adalah : herba anual, perenial, perenial berkayu, pohon ataupun pohon merambat
- Derajad kebebasan suatu takson: contoh adalah tumbuhan hijau yang berakar dalam tanah, parasit,saprophite atau epipit.
- Morphologi takson: misalnya batang suculent (jaringan tebal dan lunak), daun suculent, bentuk roset, berduri, berambut.
- Sifat daun takson: Midalnya besar, kecil, kaku, selalu hijau, meranggas pada waktu musim kering, bentuk daun jarum, atau bentuk daun lebar.
- Phenologi, fenologi adalah waktu kejadian daur hidup dalam kaitannya dengan isyarat lingkungan seperti menggugurkan daun, bertunas, berbunga.
- Lokasi kuncup kala buruk (perenating) seperti yang ditetapkan oleh raunkier pada tahun 1934.
Tipe life form dapat dilihat dengan banyak cara, satu diantaranya adalah dengan tipe life form dari Raunkier yag berdasarkan kuncup perenating dikelompokan sebagai berikut
a) Phanerophyte (P): kuncup perenating pada ketinggian paling tidak 25 cm diatas permukaan tanah. Ini berupa pohon, semak tinggi, liana, tumbuhan merambat berkayu, epifit dan batang sukulen yang tinggi.
b) Chamaeophyte (Ch): kuncup perenaying berkedudukan dekat dengan permukaan tanah (dibawah 25 cm). Herba, suffrutescent (suffruticose, perdu rendah, kecil, bagian pangkal berkayu dengan tunas berbatang basah), atau tumbuhan berkayu rendah, tumbuhan succulent rendah, tumbuhan cushion (bantalan).
c) Hemycriptophite (H): herba perenial dimana bagian aerial mati pada akhir pertumbuhan, meninggalkan kuncup pada atau tepatv dibawah permukaan tanah. Herba berdaun lebar musiman dan rumput-rumputan, tumbuahn roset.
d) Cryptophite (Cr): kuncup perenating terletak dibawah lapisan tanah atau terbenam dalam permukaan air. Tumbuhan darat dengan rimpang dalam, umbi atau tuber, tumbuahn perairan emergent, mengapung atau tenggelam dan berakar pada dasar.
e) Therophyte (Th): tumbuhan annual melampaui kala buruk dengan biji.
Komposisi tumbuhan penyusun asosiasi dapat digambarkan dalam suatu spektra life form. Spektra tipe life form adalah suatu penggambaran yang menunjukan kelompok prosentase tumbuhan penyusun suatu asosiasi seperti terlihat pada gambar dibawah ini
Spektra dapat dibuat dari data berbagai tipe komposisi. Kebanyakan kajian berkepentingan dengan spektra life form berdasarkan pada sekedar daftar spesies tegakan (stand) yang berbeda atau area geografi berbeda. Interpretasi spektra tipe life form dapat dibaca berdasarkan spekrtrum normal yang dibuat Raunkier. Spektrum normal untuk flora dunia berdasarkan pada 1000 spesies yang dipilih secara acak dipakai sebagai pembanding. Porsentase spesies dalam berbagai klas life form untuk spektrum normal sbb:
Tabel 1. Porsentase spesies dalam berbagai klas life form untuk spektru berdasar Raunkier.
|
P
|
Ch
|
H
|
Cr
|
Th
|
Jumlah
|
|
46
|
9
|
26
|
6
|
13
|
100
|
2). Cover
Cover atau penutupan kanopi tumbuhan dalam suatu area tertentu dapat dihitung berdasrkan prosentase. Penutupan penuh suatu vegetasi merupakan prosentase 100%. Bilangan penutupan dapat melebihi 100 %, disebabkan tumbuhan penyusun suatu vegetasi terdiri dari beberapa lapisan kanopi yang saling tumpang tindih, kuang dari 100% menunjukan adanya tanah gundul pada suau area yang diamati..
Penggunaan alat ”moosehorn”sebagai penghitung cover suatu kanopi pohon sangat membantu keakuratan perhitungan luasnya cover yang ditutup kanopi. Kanopi pohon dapat juga dihitung dengan potongan melintang batang pada setinggi dada atau disebut sebagai diameter basal area (B). Perhitungan basal area dapat menggunakan pita pengukur yang dapat menunjukan lingkar batang yang dapat dikonversi dalam diameter batang.
Cara pengukuran Cover dapat dihitung dengan mengukur diameter 1 (DI) dan diameter 2 (D2) dari luas kanopi dibagi dua ( DI + D2), bagian yang lubang
2
dihitung masif seperti terlihat pada cara pengukuran dibawah ini:
Perhitungan Cover pada semak belukar, dikelompokan dihitung total Cover tumbuhan sejenis dalam suatu lokasi pengamatan yang disebut sebagai dominansi. Alat bantu pengamatan Cover pada semak belukar menggunakan Pantograf.
Pengamatan atas dasar kanopi Cover penutupan adalah perhitungan yang sangat subyektif karena itu jika data kuantitatif tersedia, seperti densitas, frekuensi, dominansi atau nilai penting, maka analisis lebih baik dibobot dengan nilai masing-masing.
Perhitungan secara akurat untuk kelimpahan kadang kala sulit untuk dilakukan, karena itu kelimpahan tiap-tiap life form dipakai skala rating Braun-Blanquet, Domin Krajina ataupun Daubenmire.yang kemudian dikonversikan menjadi rerata penutupan seperti dalam tabel berikut:
Tabel 2. Rentang Cover menggunakan Braun Blanquet, Domin Krajina dan Daubenmire (diambil dari Barbaur, 1992)
|
Braun Blanquet
|
Domin Krajina
|
Daubenmire
|
||||||
|
Class
|
Range of Cover (%)
|
M
|
Class
|
Range of Cover (%)
|
M
|
Class
|
Range of Cover (%)
|
M
|
|
5
|
75-100
|
87.5
|
10
|
100
|
100
|
6
|
95-100
|
97.5
|
|
4
|
50-75
|
62.5
|
9
|
75-99
|
87.0
|
5
|
75-95
|
85.0
|
|
3
|
25-50
|
37.5
|
8
|
50-75
|
62.5
|
4
|
50-75
|
62.5
|
|
2
|
5-25
|
15.0
|
7
|
33-50
|
41.5
|
3
|
25-50
|
37.5
|
|
1
|
1-5
|
2.5
|
6
|
25-33
|
29.0
|
2
|
5-25
|
15.0
|
|
+
|
<1
|
0.1
|
5
|
10-25
|
17.5
|
1
|
0-5
|
2.5
|
|
R
|
<<1
|
-
|
4
|
5-10
|
7.5
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
1-5
|
2.5
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
<1
|
0.5
|
|
|
|
|
|
|
|
1
|
<<1
|
+
|
|
|
|
|
|
|
|
r
|
<<<1
|
+
|
|
|
|
Penutupan tanah oleh tajuk tumbuhan dinyatakan yang dinyatakan dalam koverage adalah suatu kanopi. Area tanah yang ditutup oleh luas sejumlah daun dalam satuan tertentu dapat dinyakan sebagai Indeks Luas Daun (Leaf Area Indeks) atau disebut sebagai LAI. Formula perhitungan indeks LAI adalah sebagai berikut:
LAI = Total luas area daun, hanya satu permukaan
Unit area tanah
Pertanyannya selanjutnya adalah bagaimana mempelajari suatu vegetasi yang terdapat dalam suatu komunitas yang terdapat dalam suatu formasi. Bagaimana pula mempelajari suatu vegetasi yang terdapat dalam suatu tipe formasi yang tidak hanya mempunyai satu kanopi seperti yang terlihat pada asosiasi dibawah ini.
|
|
Gambar 4 diatas menunjukan minimal tiga kanopi penyusun dalam suatu asosiasi. Demikian juga untuk asosiasi yang lainnya diatas. Dengan banyaknya pembatas yang terdapat dalam vegetasi dan asosiasi, maka perlu pemisahan dan pembatasan dalam tujuan untuk mempelajari vegetasi tersebut.







22 Desember 2014 pukul 00.49
good luck sayang ..
wahyu..